Cep Husni Seven - Find me on Bloggers.com

Monday, 25 October 2010

Aku Berbicara dengan Hatiku yang Rapuh

Hai hatiku, apakah kau sudah lelah?
Oh tuanku, aku memang begitu lelah

Tapi mengapa kau masih saja menemaniku?
Tuanku, keberadaanku hanyalah untukmu

Aku merasa begitu bersalah kepadamu
Tidak, jangan bicara demikian. Tidak salahlah tuan.

Bantu aku hatiku! Mengapa hidupku kelam?
Cobalah bertanya pada Tuhan, tuan!

Sudah, berulang kali aku bertanya padanya. Tapi tak pernah dijawabnya.
Barangkali ia lagi sibuk, mengawasi geliat penguasa-penguasa negeri ini.
Yang tampak semakin rakus saja.
Atau ia sedang menertawakan orang-orang yang menaikkan tarif tol dan harga sembako itu.

Terus kapan ia menjawab pertanyaanku?
Mungkin kalau negeri ini bebas dari penguasa yang rakus.

Hahaha... Mana mungkin itu terjadi?
Bukannya itu sudah tradisi?

Berarti pertanyaanku tak terjawab dong?
Tenang tuan, tunggu saja kemurahan Tuhan!

Baik, aku kan menunggu. Terima kasih hatiku.
Sama-sama tuan.



Tangerang, 07 September 2007

Ditulis Oleh : Unknown

CH Anda Sedang Membaca Artikel Aku Berbicara dengan Hatiku yang Rapuh. Author Membolehkan Anda mengcopy paste atau menyebar-luaskan artikel ini, namun jangan lupa untuk meletakkan link dibawah ini sebagai sumbernya

:: Get this widget ! ::

Article :

Related Posts

Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Kembali