Cep Husni Seven - Find me on Bloggers.com
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, 16 August 2011

Makna Malam Tirakatan 17 Agustus

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Proklamasi Kemerdekaan RI
Sekarang adalah tanggal 16 Agustus atau malamnya lazim disebut malam 17 Agustus atau malam tujuh belasan Agustus. Sebagai warga negara Indonesia tentu kita tahu kalau tiap tanggal 17 Agustus kita memperingati hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia(RI). Dimana pada waktu itu(17 Agustus 1945) sang Proklamator tercinta(Soekarno dan Mohammad Hatta) memproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) setelah melalui proses perjuangan yang tidak singkat. Yang tercatat dalam sejarah saja ada 3,5 abad(350 tahun) melawan bengisnya penjajah dari negara kincir angin Belanda ditambah 3,5 tahun melawan kekejaman negara tetangga yang sering dijuluki negara matahari terbit atau negeri Sakura, Jepang. Itu baru yang tercatat dalam sejarah lho, saya yakin masih banyak yang terlewatkan karena sejarah memang lebih condong ke arah mayoritas dan tentu saja dikarenakan keterbatasan media maupun sumber daya manusia untuk mengelola data yang ada. Coba kalau dulu sudah ada Blog, pasti semuanya terdata dengan jelas dan gamblang. Mau makan aja susah, boro-boro mau ngeblog. haha


Lagi-lagi sebagai warga negara Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi, setiap malam 17 Agustus kita biasa melakukan prosesi acara/ritual yang disebut Malam Tirakatan 17 Agustus. Mulai dari pelosok-pelosok daerah sampai ke kota-kota besar. Acara yang disuguhkanpun beraneka ragam, ada yang berupa hiburan, lomba, dzikir dan doa, kondangan/kenduri dan lain-lain. Sebagai penutupnya biasanya disuguhkan hidangan-hidangan yang beragam. Yummi :p


Sebenarnya apa sih makna dari Malam Tirakatan 17 Agustus ini?

Perjuangan Rakyat Indonesia

Malam Tirakatan itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa arab Thariqat-Thariq, yang berarti jalan secara harfiahnya. Secara Definitif, Thariqat berarti suatu proses perjalan mencari kebenaran, atau mencari jalan yang benar. Bisa diartikan Thariqat atau Tirakat adalah pencarian nilai-nilai kebenaran. Pencarian nilai itulah yang mengilhami adanya malam tirakatan 17 agustus. Mencari nilai tentang spirit kenegarawanan , spirit pejuangan yang telah dlakukan para pendahulu untuk membuat kemerdekaan indonesia. Spirit itulah yang harus ada, bukan hanya ketika hari kemerdekaan saja atau ketika malam tirakatan saja. Tetapi harus ada terpatri selamanya dalam hati warga indonesia.


Kira-kira begitulah makna dari Malam Tirakatan 17 Agustus, kita ambil sisi positifnya sajalah. Di desaku tadi juga diadakan dan cukup meriah dengan hiburan nyanyi lagu-lagu nasional seperti Hari Merdeka, Bendera Pusaka dll. oleh semua yang hadir, ditambah ada seorang ibu yang menyanyikan lagu ciptaannya sendiri yang sumpah amburadul banget. haha.. Hidangan yang disajikanpun lumayan beragam dan nikmat. hehe

Yup, itu saja dulu postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan memberikan nilai positif untuk perkembangan Negara Kesatuan Republik Indonesia. MERDEKA!!!!

Klaten, 16 Agustus 2011

Monday, 6 June 2011

Peti Mati Buat Promosi Berujung Kantor Polisi

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Kawan-kawan pasti sudah dengar atau menyaksikan berita yang muncul dan lumayan bikin heboh hari ini Senin, 06 Juni 2011, adalah tentang aksi pengiriman peti mati ke sejumlah media dan beberapa public figure ternyata hanya strategi pemasaran satu perusahaan saja.

Ide kontrovesial  ini digagas oleh Sumardy, Chief Executive Officer (CEO) Buzz&Co. Menurutnya, pengiriman peti mati ini sekaligus peluncuran perdana situs dan buku perusahaannya yang bergerak di bidang agensi komunikasi. Katanya ini adalah inisiatif dia sendiri dan tidak ada unsur politik sama sekali.

Dia(Sumardy) pikir bahwa kampanye pemasaran yang dilakukan perusahaan iklan saat ini sangat membosankan. Untuk itu, pihaknya ingin menunjukkan cara gila yang lebih menarik perhatian dan mampu menjaring lebih banyak target promosi. Selain itu biaya beli peti mati dan pengiriman jauh lebih murah ketimbang pasang iklan di media cetak maupun elektronik.

Sumardy mengaku peti mati tersebut dibeli di Pondok Labu dengan biaya plus ongkos kirim hanya menghabiskan Rp 50-an juta. Sedangkan untuk pasang iklan di media masa bisa menghabiskan miliaran rupiah. "Ini bentuk edukasi pemasaran," ujar master pemasaran Universitas Gadjah Mada ini.


Ada 100 tujuan yang akan ia kirimi peti mati. Peti itu antara lain ditujukan kepada penyiar radio dan presenter Farhan, blogger dan penulis buku Raditya Dika, CEO Fastcomm Ipang Wahid, CEO Bubu Shinta Dhanuwardoyo, Senior Consultan Indopacific Edelmen Vida Parady, Managing Direktur PT Saling Silang.Com Enda Nasution. Mereka dipilih karena merupakan orang-orang yang sangat bepengaruh dalam urusan publik. Selain mengirimkan ke person, peti mati itu tentu saja dikirimkan ke beberapa media massa yang merupakan sarana promosi yang sangat efektif. Diantaranya: Tempo, The Jakarta Post dan Oke Zone. Jumlah peti mati yang dikirim berbeda-beda. The Jakarta Post dan Oke Zone misalnya dikirimi satu peti. Sedangkan Tempo mendapat kiriman dua peti mati.

Peti berukuran sekitar satu meter itu berisi bunga tabur dan satu kuntum mawar putih yang ditempeli kertas bertuliskan www.restinpeacesoon.com. Di baliknya bertuliskan  masing-masing "You Are Number #666" dan "You Are Number #131".

CEO perusahaan Buzz&Co ini mengaku mengirim peti untuk memberi contoh kampanye pemasaran yang menarik. Hal ini dia lakukan seiring dengan launching buku "Rest in Peace Advertising Killed by Word Mouth Agency" yang ditulis oleh Sumardy sendiri dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.

Dalam dunia pemasaran memang sah-sah saja hal seperti ini, tapi tentu saja penggunaan medi berupa peti mati sangatlah dirasa sangat tidak etis dilakukan, apalagi mengarah ke personal. Akibatnya Sumardy dilaporkan ke polisi oleh pihak-pihak yang merasa diresahkan. Bahkan, Sumardy dan lima karyawannya digelandang polisi ke markas Kepolisian Sektor Tanah Abang. Akibat tindakannya, Sumardy terancam pasal perbuatan tidak menyenangkan dan Undang-Undang Anti Teror.

Bulan Juni 2008 juga pernah ada model promosi buku karangan salah satu motivator terkemuka Tung Desem Waringin (TDW) yang sangat tidak lazim tapi sangat menarik perhatian yaitu dengan menyebarkan uang kertas pecahan Rp10.000,-, Rp5.000,- dan Rp1.000,- yang berjumlah Rp 100 juta melalui pesawat mungil yang terbang rendah di kawasan senayan.

Nah, kalau gini bagaimana menurut kalian? Kalau menurutku sih boleh-boleh saja melakukan strategi marketing yang unik, tapi jangan sampai meresahkan. Jangan sampai terjadi promosi dengan cara mengirimkan rangkaian Bom ke media massa. haha



Klaten, 06 Juni 2011

@sajakrerindu

Sunday, 26 December 2010

Aku Takut Kata "Kami" Akan Hilang dan Diambil Alih Peranannya oleh "Kita"

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم



Nggak usah banyak basa-basi deh, langsung ke topik aja. Menurut pengamatanku dewasa ini banyak sekali penyelewengan penggunaan Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh bangsa kita sendiri, salah satunya adalah pengunaan kata KAMI dalam kalimat yang harusnya diperankan oleh kata KITA, entah apa yang menjadi alasan kebanyakan dari kita menjadi sangat terbiasa menggunakan kata kita untuk menggantikan kata kami. Bahkan aku juga mengamati iklan-iklan di media elektronik(televisi pada khususnya) mulai dari yang diucapkan anak kecil, remaja maupun dewasa sekalipun. Di dunia mayapun begitu, terutama di situs jejaring sosial semisal Facebook dan Twitter. Padahal kalau kita cermati, kedua kata tersebut mempunyai makna yang sangat berbeda. Berikut ati kedua kata tersebut berdasarkan KBBI(Kamus Besar Bahasa Indonesia):

- Kami pron :1). yg berbicara bersama dng orang lain tidak termasuk yg diajak berbicara); yg menulis atas nama kelompok, tidak termasuk pembaca; 2 yg berbicara (digunakan oleh orang besar, msl raja); yg menulis (digunakan oleh penulis)
- Kita pron :1). pronomina persona pertama jamak, yg berbicara bersama dng orang lain termasuk yg diajak bicara; 2 cak saya;
-- orang cak kita;
Perhatikan kedua makna kata itu! Bagian yang penting sudah aku tandai dengan cetak tebal dan bergaris bawah. Kedua kata tersebut memang sama-sama merupakan kata ganti orang pertama jamak, tapi perbedaannya terletak pada keterlibatan lawan bicara. Jika kata "kami" tidak melibatkan lawan bicara dalam penggunaannya, sedangkan kata "kita" melibatkan lawan bicara. Tentu saja Anda semua tahu itu sejak di bangku sekolah dasarpun kita sudah mendapatkan pembelajaran tentang hal itu.


Nah, menurut pengamatanku juga, penyelewengan kata ini yang mempunyai andil besar adalah pengaruh dari bahasa asing semisal Inggris dan Melayu. Dalam bahasa Inggris memang kata "kami" dan "kita" adalah kata yang sama yaitu "we". Sedangkan dalam bahasa Melayu kata "kami" tidak ada sama sekali, hanya ada kata "kita" yang dibaca "kite". Mempelajari bahasa asing memang sangat baik tapi kita harus mampu memaknai bahasa kita sendiri Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia. Kita mestinya bangga mempunyai kosakata yang sangat kaya. Tidak bijak rasanya jika kita mengubah bahkan menghilangkan salah satu atau beberapa dari kata baku yang telah ada, hargailah pihak-pihak yang telah bersusah payah mengolah, menyusun dan membakukan bahasa kita. Jangan hilangkan kata "KAMI"!!!

Akhir kata, mari kita gunakan kata "kami" dan "kita" sesuai dengan fungsinya. Bahasa Indonesia adalah bahasa yang sangat kaya dan indah, jangan sampai kita merusaknya. Bahkan negeri tetangga kita saja(Malaysia) yang notabene bahasa nasionalnya adalah bahasa Melayu kalau bernyanyi pakai Bahasa Indonesia kok, mengapa kita mesti menerapkan bahasa mereka dalam percakapan sehari-hari? Meskipun kita kalah dalam leg pertama Final Piala AFF 2010 di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.(Nggak ada hubungannya, hehe). Majulah Indonesiaku!!! Kita junjung tinggi bahasa nasional kita, bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia!!!


Klaten, 27 Desember 2010

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes
Kembali